Kredit Fiktif

kredit fiktif Himbara

Ekonom menegaskan bahwa kredit fiktif Himbara dalam skala besar mustahil terjadi. Mereka menilai sistem pengawasan bank milik negara cukup kuat untuk mencegah praktik penyimpangan. Meski begitu, pemerintah tetap memperketat kontrol agar dana Rp200 triliun yang ditempatkan di Himbara benar-benar tersalurkan secara sehat. Asal Mula Isu Kredit Fiktif Isu kredit fiktif Himbara muncul setelah pemerintah menyalurkan dana likuiditas melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank BUMN. Sejumlah pihak sempat mengkhawatirkan potensi